Home / DAERAH / Ingin Rotasi Guru, LP.K-P-K Nilai Sekda Blunder

Ingin Rotasi Guru, LP.K-P-K Nilai Sekda Blunder

TRENDFOKUS.COM-Rencana Sekda Mukomuko DR. Abdiyanto, M.Pd ingin rotasi dan pemerataan guru, dinilai blunder besar. Ini ditegaskan oleh Ketua LP-KPK Kabupaten Mukomuko, M. Toha. Dinilainya, rencana rotasi guru itu bertentangan dengan tujuan peningkatan mutu pendidikan.

“Sekda paham gak dengan tugas profesi guru? Guru itu sudah punya jam mengajar di sekolah tempat mereka bekerja saat ini. Jika tiba-tiba dirotasi, jelas jam mengajar mereka tidak sesuai lagi sehingga bisa menghambat kelancaran syarat sertifikasi guru. Yang terjadi apa? Jelas merugikan guru dan menurunkan semangat kerjanya,” tegas Toha.

Masih menurut Toha, profesi guru juga sangat berkaitan erat dengan domisilinya. Jika guru yg sudah bekerja di satu sekolah saat ini jelas sudah matang domisilinya. Jika mereka terkena.rotasi di sekolah lain, maka dinilai membuka peluang terjadinya keseriusan guru dalam menjalankan tugas. Toha menyarankan, jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan, maka Pemkab harus mencari formula lain. Bukan terkesan ada nuansa kepentingan politik.

“Sikap kebijakan rotasi guru itu sangat fatal. Tidak mungkin dinas atau Sekda tau jam mengajar semua guru yang ada. Juga mustahil Sekda tau kenyamanan guru di tempat domisili barunya nanti. Alangkah baiknya Sekda memikirkan bagaimana memberi pelatihan khusus kepada guru untuk meningkatkan semangat kerja mereka. Rotasi guru sama halnya bernuansa kepentingan politik dan hukuman mental,” imbuh Toha.

Sisi lain, Toha mengimbau seluruh guru jangan hanya berdiam diri tentang kebijakan ini. Para guru dan organisasi guru harus angkat bicara dan menentang kebijakan Sekda tersebut. Karena kebijakan tersebut dinilai oleh Toha, tidak relevan dengan janji politik Sapuan-Wasri. Jika kebijakan tersebut tetap dilakukan, Toha memprediksi, ribuan guru akan turun ke jalan.

“Jika kebijakan itu tetap dilakukan, maka ancaman yang saya prediksi bukan soal ancaman mogok mengajar lagi yang akan terjadi. Tapi guru akan menghabiskan energi mereka untuk turun ke jalan untuk mendapat keadilan. Jadi Sekda harus hati-hati dalam membuat kebijakan,” demikian Toha. (Wiski)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *