Home / DAERAH / “Waktu Satu Jam” Satu Keluarga Dihari Yang Sama, Empat “Roh” Kembali Kepada Allah.

“Waktu Satu Jam” Satu Keluarga Dihari Yang Sama, Empat “Roh” Kembali Kepada Allah.

TRENDFOKUS.COM-Setiap manusia pasti mengalami kematian, kapan dan waktunya cuma Allah yang tahu, seperti yang terjadi di Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tidak pernah terbayangkan dibenak kita, dalam satu jam empat Roh manusia satu keluarga kembali kepada Allah. satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu anak dan cucu meninggal dunia.

Kabar yang beredar, salah satu penyebab meninggalnya satu keluarga karena terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kabar ini dibenarkan warga setempat, Kasman ketika dikonfirmasi Senin (14/8). Dijelaskanya, sebelum satu keluarga meninggal dunia. Mereka sempat dirawat di rumah sakit.

“Kalau Firmansyah meninggal di rumah. Setelah akan dibawa ke RSUD Nukonuko. Kalau istrinya Rusliani meninggal di rumahnya setelah sebelumnya sempat dirawat di RSUD Mukomuko. Sedangkan Herwilin, bersama bayinya meninggal di rumah sakit Padang,” katanya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Buatan Bustomo SKM didampingi Kabid P2P, Jajat Sudrajad SKM, tidak menampik kabar tersebut. Ia menjelaskan, dari hasil investigasi di lapangan.

Dari empat orang dalam satu keluarga yang meninggal dunia itu. Hanya satu orang yang dinyatakan positif DBD yaitu atas nama Rislaini.

Bahkan korban ini sempat dirawat beberapa hari di RSUD. Namun korban Minggu sore minta pulang ke rumah. Karena suaminya meninggal dunia. Sesampainya di rumah, korban mengalami sesak nafas dan badan lemas. Tidak berapa lama, korban meninggal dunia.

Sedangkan untuk korban atas nama Herwilin, baru dinyatakan Suspec DBD dan belum dinyatakan positif DBD. Begitu juga dengan bayinya yang meninggal itu karena plasinta (Ari-ari) yang tifak keluar normal dari dalam rahim. Sehingga bayi tersebut meninggal dunia. Sedangkan korban atas nama Firmansyah, meninggal bukan karena DBD.

“Itulah hasil investigasi yang kami dpat di lapangan. Jadi dari 4 orang dalam satu keluarga yang meninggal itu. Satu positif DBD, 1 Suspec, 1 orang karena penyakit laun yang ada dugaan yang darah tinggi dan 1 orang bayi karena ari-arinya tidak keluar dari rahim dengan normal,” demikian Bustam. (red)

Redaktur : Toha Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *