TrendFokus.com- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko membawa kabar baik bagi petani sawit di daerah ini. Menjelang Ramadan tahun ini, harapan baru muncul dengan angin segar yang siap menguntungkan para petani.
Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Fitriyani, mengungkapkan bahwa harga tandan buah segar (TBS) sawit kembali naik sebesar Rp30 per kilogram (kg). Kenaikan ini dipicu oleh tren positif dalam harga pembelian sawit di pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (CPO).
“Saat ini, harga tertinggi sawit di wilayah ini mencapai Rp2.920 per kg, sementara harga terendah berada di angka Rp2.780 per kg,” ungka Fitriyani saat dikomfirmasi Senin, (17/2/2025).
Kenaikan harga ini mulai diterapkan sejak 15 Februari 2025. Informasi ini diperoleh langsung dari perusahaan pengolahan minyak sawit yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Harga sawit saat ini bahkan melampaui harga yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu, yakni Rp2.552 per kg,” tambahnya.
Meski mengalami kenaikan, harga sawit masih berada dalam kategori standar. Beberapa pabrik masih mempertahankan harga sebelumnya, seperti:
PT. SAPTA tetap di Rp2.780 per kg.
PT. KSM dan PT. MMIL bertahan di Rp2.890 per kg.
PT. SSS dengan harga tertinggi di Rp2.920 per kg.
PT. SAP stabil di Rp2.910 per kg.
PT. KAS tetap di Rp2.880 per kg.
Sementara itu, sejumlah pabrik mencatat kenaikan harga:
PT. DDP naik Rp20 per kg menjadi Rp2.920 dari Rp2.900 per kg.
PT. USM mengalami kenaikan Rp30 per kg menjadi Rp2.890 dari Rp2.860 per kg.
PT. BMK juga naik Rp30 per kg menjadi Rp2.920 dari Rp2.890 per kg.
PT. MPRA mengalami kenaikan Rp20 per kg menjadi Rp2.920 dari Rp2.900 per kg.
Di sisi lain, harga sawit di PT. GSS masih bertahan di Rp2.910 per kg.
Ia juga mengingatkan para petani di Kabupaten Mukomuko bahwa harga sawit bersifat fluktuatif dan dapat berubah kapan saja. Oleh karena itu, petani diimbau untuk terus memantau perkembangan pasar agar dapat mengambil keputusan terbaik.
“Kenaikan ini tentu menjadi angin segar bagi para petani, namun tetap perlu diantisipasi karena harga sewaktu-waktu bisa berbalik turun,” tutupnya.
Heko Buswandi





