MUKOMUKO-Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di desa ujung padang, kecamatan Kota Mukomuko, kabupaten Mukomuko tidak hanya menimbulkan kerugian material tetapi juga memengaruhi psikologis masyarakat.Heru, warga dusun 2 desa ujung padang, menyampaikan keresahannya terkait situasi ini.
Pria yang akrab di sapa Lavender ini sekaligus salah satu korban pencurian motor menjelaskan bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap curanmor berdampak signifikan.
“Masyarakat jadi kurang fokus untuk mencari nafkah. Ke pasar sebentar saja selalu khawatir motornya diambil. Bahkan di rumah pun waswas takut rumahnya dibobol,” ungkapnya,
Saat ditanya tentang faktor yang menyebabkan meningkatnya kasus curanmor, Heru menyebut beberapa indikator. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah faktor ekonomi. Ia juga menyoroti adanya kemungkinan keberadaan sindikat curanmor yang memiliki struktur sistematis, mulai dari pengamatan, eksekusi, hingga penjualan barang hasil curian.
“Susahnya lapangan pekerjaan membuat masyarakat nekat. Kalau perut sudah lapar dan imannya kurang, tidak berpikir panjang, berbagai hal akan dilakukan,” jelasnya.
Selain itu, Heru menilai faktor kelalaian pemilik kendaraan turut berkontribusi. Seperti tidak mengunci ganda kendaraan atau lupa mengunci gerbang rumah, demikian lanjutnya.
Sebagai solusi, Heru yang juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan bersama-sama. Ia mengusulkan pengaktifan ronda malam, pengamanan kendaraan dengan kunci ganda, serta menyimpan kendaraan di tempat yang benar-benar aman.
“Hal ini penting dilakukan agar masyarakat dapat merasa lebih tenang saat beraktivitas,” ujarnya.
Di akhir wawancara, ia menyampaikan kepada Kepala desa ujung padang kususnya kepala dusun dua, untuk melakukan segera pendataan warga baru yang datang dari wilayah luar di dusun ini.
Dia uga berharap kepada kepemimpinan baru di Kabupaten dapat menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan, mendorong kemajuan UMKM, mengoptimalkan program Bumdes, dan menyediakan pupuk murah untuk mendukung sektor pertanian.
“Jika perekonomian sudah baik dan kesejahteraan masyarakat meningkat, tentu tindak kejahatan akan menurun,” pungkasnya. (Red)






