Home / ADVETORIAL / Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mukomuko Apresiasi Kecepatan dan Sinergi Tim Basarnas, TNI, Polri dalam Operasi Pencarian Korban Hanyut di Pantai Badri

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mukomuko Apresiasi Kecepatan dan Sinergi Tim Basarnas, TNI, Polri dalam Operasi Pencarian Korban Hanyut di Pantai Badri

Mukomuko– Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Mukomuko memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kinerja cepat, terpadu, dan profesional yang ditunjukkan oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan masyarakat dalam melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi korban hanyut terseret ombak di kawasan Pantai Badri, Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko.


Peristiwa nahas terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, saat Balqis (13 tahun), pelajar SMP asal Desa Pondok Batu, sedang mandi bersama empat rekannya usai pulang sekolah. Korban tiba-tiba terseret arus laut yang cukup kuat dan ombak yang sedang tinggi, sehingga hilang dari pandangan teman-temannya. Mendapat laporan darurat dari warga dan teman korban, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Operasi pencarian dimulai sejak hari pertama dan diperluas jangkauannya pada hari kedua hingga mencapai radius lebih dari 10 kilometer sepanjang garis pantai dan perairan lepas, mengingat kondisi arus laut yang berubah-ubah dan cuaca yang cukup menantang. Berkat kerja keras tim gabungan, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan mengapung dan dievakuasi dengan aman pada Kamis, 11 Juni 2026 pukul 17.15 WIB, tidak jauh dari titik awal kejadian.

Ketua DPRD Mukomuko, Zamhari, menyampaikan apresiasi dalam keterangan persnya:

“Kami sangat mengapresiasi kecepatan respon dan sinergi sempurna antara Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan warga. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam sejak laporan masuk, operasi pencarian sudah berjalan maksimal dan berhasil menemukan korban. Ini membuktikan bahwa koordinasi antar instansi berjalan sangat baik di daerah kita”.ungkap Zamhari

Ia menambahkan bahwa kondisi Pantai Badri yang memiliki arus cukup berbahaya sering menjadi tantangan tersendiri, namun profesionalisme tim lapangan mampu mengatasi hambatan tersebut. “Meskipun hasil akhirnya tidak dapat menyelamatkan nyawa, setidaknya keluarga mendapatkan kepastian dan hak terakhir untuk mengantarkan jenazah dengan layak. Inilah wujud nyata pelayanan negara yang hadir bagi masyarakat,” tegasnya.

Dikatakan Danpos Basarnas Mukomuko, M. Apriyanto, menjelaskan bahwa operasi dilakukan dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, menggunakan perahu dan patroli darat secara serentak. “Kami bergerak sesuai prosedur standar SAR, didukung penuh personel TNI AL, Polri Air, dan warga. Tanpa kerjasama ini, pencarian akan jauh lebih sulit,” ujarnya.

Kepala BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, juga menegaskan pentingnya kecepatan laporan dari masyarakat agar penanganan dapat segera dilakukan. “Kejadian ini menjadi pelajaran: jika ada musibah di perairan, segera hubungi petugas. Semakin cepat laporan, semakin besar peluang pertolongan,” katanya.

Pihak Dewan Mukomuko berharap kejadian ini menjadi pengingat bersama. Pemerintah daerah bersama instansi terkait akan segera menambah rambu peringatan bahaya di Pantai Badri serta mengadakan sosialisasi keselamatan pantai kepada warga dan pelajar.

“Kami berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang telah bekerja siang malam tanpa kenal lelah demi melayani masyarakat,” tutup pernyataan resmi Dewan Mukomuko. (TH/ADV)