Home / ADVETORIAL / DEWAN MINTA PARA DOKTER DI RSUD MUKOMUKO BEKERJA LEBIH PROFESIONAL

DEWAN MINTA PARA DOKTER DI RSUD MUKOMUKO BEKERJA LEBIH PROFESIONAL

Mukomuko – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko secara tegas meminta seluruh tenaga medis, khususnya para dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat, untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dan standar profesionalisme dalam setiap tindakan pelayanan kesehatan. Seruan ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat gabungan antara Komisi III Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dinas Kesehatan, jajaran manajemen RSUD, dan perwakilan organisasi profesi kedokteran, sebagai bentuk tanggapan atas sejumlah keluhan masyarakat dan hasil pengawasan dewan selama semester pertama tahun 2026.

Permintaan ini bukan tanpa alasan. Dewan mencatat adanya laporan berulang dari warga yang mengeluhkan beberapa hal, antara lain: dokter sering tidak hadir sesuai jadwal praktek, waktu tunggu pemeriksaan terlalu lama, penjelasan diagnosis yang kurang jelas, sikap kurang ramah, hingga penanganan kasus gawat darurat yang dinilai kurang sigap. Selain itu, dewan juga melihat bahwa RSUD sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah ini mendapatkan alokasi anggaran APBD yang cukup besar setiap tahunnya, baik untuk gaji, pengembangan kompetensi, maupun penyediaan alat medis.

“Kami tidak ingin anggaran yang berasal dari uang rakyat hanya mengalir tanpa diimbangi kualitas layanan yang setimpal. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan bermartabat. Jika ada dokter yang datang hanya ‘menandatangani’ saja tanpa benar-benar memeriksa, itu sudah melanggar kode etik dan tanggung jawab profesi,” tegas Ketua Komisi III, Bapak Suryadi, dalam sidang tersebut.

Beberapa kasus yang menjadi sorotan antara lain: pasien harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian, dokter spesialis sulit ditemui di ruang rawat, hingga ada laporan pasien yang disarankan pulang padahal kondisinya belum stabil. Dewan menegaskan bahwa ini bukan soal menuduh sembarangan, melainkan bentuk pengawasan agar mutu layanan terus terjaga.

Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajad Sudrajat, menyambut baik masukan dewan dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. “Kami akan bekerja sama dengan direksi RSUD untuk menyusun program peningkatan mutu layanan. Kami juga mengakui masih ada kekurangan, dan perbaikan harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Direktur RSUD Mukomuko menambahkan, pihaknya akan menggelar rapat internal dengan seluruh dokter untuk menyampaikan harapan dewan dan memperketat tata tertib. “Kami mengingatkan kembali bahwa kepercayaan masyarakat adalah aset utama rumah sakit. Setiap tindakan harus berlandaskan sumpah dokter dan aturan yang berlaku,” katanya.

Ketua Komisi III menutup pertemuan dengan pesan tegas namun membangun: “Kami tidak ingin hanya ada janji lisan. Dalam 3 bulan ke depan, dewan akan melakukan pengecekan ulang. Jika layanan sudah membaik, kami akan dukung penuh. Tapi jika masih sama, kami akan dorong langkah yang lebih tegas demi hak kesehatan warga Mukomuko.”

Dengan adanya perhatian ini, diharapkan RSUD Mukomuko benar-benar menjadi tempat berobat yang aman, nyaman, dan profesional, sehingga warga tidak perlu lagi pergi jauh ke luar daerah hanya untuk mendapatkan pelayanan medis yang layak. Masyarakat pun diimbau untuk tetap menyampaikan keluhan secara objektif dan melalui jalur resmi agar pengawasan berjalan sehat dan adil. (TH/ADV)