Mukomuko – Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan Gedung Laboratorium dan Perpustakaan MTsN 5 Mukomuko kembali menjadi sorotan.
Ketua Koalisi Rakyat Menggugat (KRM) Kabupaten Mukomuko, Junaidi, meminta pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Ia menilai, jika benar masih terdapat pekerja yang belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap dan pengamanan area proyek belum memadai, kondisi tersebut perlu segera dievaluasi

“Jangan sampai menunggu ada korban baru K3 diperhatikan. Ini proyek pemerintah dan lokasinya berada di lingkungan sekolah. Keselamatan pekerja, siswa, guru, dan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan tetap harus berjalan, tetapi keselamatan tidak boleh dikorbankan demi mengejar target progres pekerjaan.
KRM juga meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kementerian Agama, kontraktor, serta konsultan pengawas turun langsung ke lapangan untuk memastikan penerapan K3 benar-benar berjalan sesuai ketentuan.
“Kalau ditemukan adanya pelanggaran, tentu harus ada tindakan dan evaluasi. Kami mendukung pembangunan, tetapi jangan sampai pembangunan berjalan sementara keselamatan diabaikan,” tutup Junaidi.
Sebelumnya, berdasarkan pantauan wartawan Trendfokus.com di lokasi pada Rabu (26/8/2026), sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas pembangunan dengan penggunaan APD yang diduga belum lengkap.

Beberapa perlengkapan keselamatan yang menjadi perhatian antara lain helm keselamatan, sepatu keselamatan, rompi, sarung tangan, pelindung mata, masker atau pelindung pernapasan, serta perlengkapan pelindung jatuh untuk pekerjaan yang memiliki risiko jatuh dari ketinggian.
Selain APD, kondisi pengamanan area proyek juga menjadi sorotan. Dari pantauan di lapangan, pagar pengaman proyek atau hoarding fence belum terlihat mengelilingi seluruh area pekerjaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi pembangunan berada di lingkungan MTsN 5 Mukomuko yang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Tanpa pengamanan dan pengendalian akses yang memadai, siswa, guru, maupun orang lain yang tidak berkepentingan berpotensi berada terlalu dekat dengan area konstruksi.
Padahal, pekerjaan pembangunan memiliki berbagai risiko, seperti material bangunan yang jatuh, peralatan kerja, struktur yang sedang dikerjakan, pekerjaan di ketinggian, hingga aktivitas kendaraan dan alat kerja di sekitar lokasi.
Proyek pembangunan Gedung Laboratorium dan Perpustakaan Tipe 2 MTsN 5 Mukomuko tersebut dikerjakan oleh CV Olan Putra, sedangkan PT Nirwana Putra Engineering bertindak sebagai konsultan pengawas.

Pekerjaan dimulai pada 2 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 29 Oktober 2026. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp 2.562.887.000 dan bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Dengan nilai anggaran mencapai miliaran rupiah dan lokasi pekerjaan berada di lingkungan sekolah, penerapan K3 seharusnya tidak hanya menjadi formalitas.
Keselamatan pekerja, warga, dan anak sekolah harus menjadi bagian utama dalam setiap tahapan pekerjaan. Jangan sampai persoalan K3 baru mendapat perhatian setelah terjadi kecelakaan.
RENO






