MUKOMUKO,— Masyarakat Kelurahan Bandar Ratu kembali digegerkan dengan peristiwa yang memprihatinkan. Sepasang laki-laki dan perempuan yang tidak terikat perkawinan sah digerebek warga saat sedang berduaan tertutup di salah satu lokasi di kawasan tersebut. Yang mencuat, salah satu dari mereka diketahui berstatus sebagai karyawan di salah satu jaringan ritel besar DIY yang beroperasi di pusat Kota Mukomuko.
Peristiwa bermula saat warga menerima laporan keberadaan pasangan tersebut yang dianggap mencurigakan. Sekelompok warga kemudian melakukan pengecekan dan menemukan keduanya berada dalam satu ruangan dalam keadaan berduaan. Karena tidak memiliki hubungan suami-istri maupun hubungan muhrim, warga kemudian melaporkan kedua belah pihak ke aparat yang berwenang untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Bandar Ratu, Weri Tri Kusumaria, S.H., M.H., menegaskan bahwa kejadian ini bukan yang pertama kali tercatat di wilayah tersebut.
“Ini bukan kasus pertama di daerah kita. Semua pihak — termasuk para pekerja di instansi maupun perusahaan yang beroperasi di tengah masyarakat, harus sadar: tempat kerja juga cermin jati diri. Perilaku di luar jam kerja yang melanggar norma sosial dan agama tetap mencoreng nama baik tempatnya bekerja.”
Warga berharap perusahaan tempat karyawan bekerja juga turut memiliki kepedulian terhadap pembinaan etika dan norma para pekerjanya, tidak sekadar mengejar target operasional semata.
Pihak berwenang dan tokoh masyarakat mengingatkan kembali bahwa meskipun warga berhak melaporkan pelanggaran norma, proses penyelesaiannya harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang. Kasus dugaan perbuatan asusila merupakan delik aduan yang diatur secara hukum — penanganannya melalui proses hukum yang sah, bukan melalui pengadilan rakyat di jalanan.
“Kita mengingatkan, bukan menghakimi. Serahkan semuanya kepada pihak yang berwajib untuk diproses secara adil. Menjaga kehormatan lingkungan memang tugas kita bersama, tetapi hukum tetap harus dijunjung tinggi dalam menegakkannya,” pesan Weri Tri






