Trendfokus.com-Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Apriansyah,ST,MT meminta masyarakat yang sapinya mengalami gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) agar segera laporkan ke penyuuh
Ia menjelaskan hewan ternak yang terjangkit PMK memiliki gejala demam atau suhu tubuh tinggi, lesu, sakit, kuku melepuh, dan tidak mau makan.

Warga yang menemukan gejala-gejala PMK tersebut agar hewan ternak tersebut diasingkan atau diisolasi, tujuannya agar tidak menular ke hewan ternak lainnya,” kata Apriansyah.
Apriansyah juga dengan tegas meminta masyarakat harus berkoordinasi dengan Distan agar hewan ternak yang ada gejala diperiksa. Sapi yang mengalami gejala seperti demam dan sakit harus diasingkan dari sapi lain agar tidak menulari ternak lainnya.

Dengan begitu, penularan PMK di Mukomuko bisa diminimalisir dan sapi yang akan dikonsumsi masyarakat lebih aman dari penyakit tersebut. Apriansyah menambahkan pihaknya sudah melakukan pengecekan ke beberapa kandang sapi kelompok tani.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sapi yang akan dipasarkan ke masyarakat terjamin aman dan sehat. “Kita melakukan pemeriksaan ke kandang sapi kelompok tani, untuk memastikan ada atau tidaknya PMK pada hewan ternak,” ujar dia.
Untuk diketahui, kemaren Kamis (6/10), Dinas Pertanian melakukan vaksinasi terhadap 50 ekor sapi peternak di Desa Sido Makmur, dan langsung melakukan pengobatan terhadap beberapa ternak sapi di Desa Tanah Rekah dan Desa Tanah Harapan, Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 74 ekor sapi dan 45 ekor kerbau.

“Kegiatan vaksinasi ini selalu kita lakukan untuk membantu masyarakat yang mempunyai hewan ternak, agar kedepan penyakit PMK ini bisa berkurang”,tutup Apriansyah






