Home / ADVETORIAL / Kabar Gembira, Pemkab Mukomuko Kembali Ajukan Anggaran Seragam Sekolah Geratis

Kabar Gembira, Pemkab Mukomuko Kembali Ajukan Anggaran Seragam Sekolah Geratis

TRENDFOKUS.COM-Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pendidikan akan menganggarkan anggara sebesar Rp.3,9 Miliar di APBD tahun 2024 untuk membeli seragam sekolah bagi anak-anak SD dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Baik yang swasta ataupun Negeri.

Dikatakan Bupati Mukomuko melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko Epi Mardiani, S.Pd memastikan adanya program seragam geratis ini akan tetap berlanjut karena menjadi salah satu program skala prioritas dari Pemerintah Kabupaten Mukomuko.

“Sasarannya siswa kelas SD dan siswa SMP,”ungkap Epi kepada wartawan diruang kerjanya Jumat (17/11)

Epi lebih lanjut mengatakan, program ini bertujuan untuk membantu masyarakat di Kabupaten Mukomuko khusunya para orang tua yang memiliki anak usia sekolah.

Tujuan lain dari program ini, menurut Epi juga untuk merubah pola pikir dari masyarakat Kabupaten Mukomuko.

“Data hitungan jumlah seragam yang kami usulkan untuk anak SMP itu berdasarkan data anak kelas 6 SD sederajat yang akan lulus tahun 2024. Sedangkan data seragam untuk anak SD, kita hitung dari data nama anak PAUD yang akan lulus di tahun depan. Baik itu anak yang bersekolah di negeri, swasta termasuk anak yang bersekolah dalam naungan Kemenag Mukomuko,” kata Kepala Dinas Pendidikan Epi

Sedangkan untuk jenis seragam sekolah yang akan dibeli jika anggaran disetujui. Diantaranya, seragam sekolah dan seragam olah raga. Sementara untuk seragam muslim yang sebelumnya pernah dirancang. Dinyatakan ditunda karena keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh daerah. Meski demikian, untuk seragam muslim bagi anak sekolah SD dan SMP, nantinya akan tetap diajukan.

“Kita lihat peluangnya dulu. Jika anggaran daerah memungkinkan, maka akan kita ajukan. Yang jelas sekarang, kita fokuskan dulu seragam sekolah dan seragam olah raga dulu,” pungkasnya.

“untuk estimasi sudah ada. Progres dari tahun-tahun sebelumnya sudah bisa diprediksi. Nanti tambah kurang bisa dilakukan,”pungkasnya. (TH/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *