Home / ADVETORIAL / Peduli Petani Pemkab Mukomuko Lakukan Pendataan Desa Rawan Pangan

Peduli Petani Pemkab Mukomuko Lakukan Pendataan Desa Rawan Pangan

TRENDFOKUS.COM-Peduli Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu saat ini sedang melakukan pendataan terhadap desa yang mengalami lahan rawan pangan.

Diantara Desa yang dikatakan rawan pangan di Kabupaten Mukomuko alah satunya Desa Lubuk Silandak, Kecamatan teramang jaya, Kabupaten Mukomuko, berdasarkan data pemetaan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko desa ini tidak memeliki lahan untuk bercocok tanam layaknya desa- desa lain yang ada di Kabupaten Mukomuko.

“Saat ini kami tengah melakukan pemetaan informasi terhadap desa yang yang mengalami rawan terhadap pangan, desa yang tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam, hanya mengandalkan dari para pedagang yang masuk ke desa itu,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko Elxsandi Uktria Darma STP MEc, Ev di Mukomuko Rabu, (22/5).

Lebih lanjut dikatakan Kadis Ketahanan Pangan yang akrab disapa Etang juga mengatakan faktor yang mengakibatkan Desa Lubuk Silandak menjadi rawan pangan yakni lumpuh nya akses jalan yang terlalau jauh dari jalan umum sehingga sulit untuk membuka lahan pertanian.

“Jika akses jalan dapat dilalui dengan  mudah tentu desa itu tidak akan mengalami kesulitan, kaena akses jalann” lanjut Etang.

“Ini perlu kami informasikan melalui Unit Penyuluhan Desa (UPD) untuk memeperioritaskan pembangunan lebih keanalisa ketahanan pangan dengan tidak adanya lahan pangan. Berdasarkan asil analisa tahun 2023 perta rawan panan dengan istilah Food Scurity and Vulnelabirity Atlas (FSVA) Desa Lubuk Silandak secara geografis memeliki lahan yang cukup bagus ditanami ubi, jagung dan bahan pangan,” lainnya kata Etang.

Menurut Etang pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin untuk melekukan upaya agar prngembangan lahan pangan bagi petani di desa itu, namun belum bisa memastikan dalam waktu tertentu dikarenakan akses jalan menuju desa itu sangan lah jauh dan sulit terjangkau.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur jembatan di Desa Selandak yang selama ini terisolir. Pembangunan tersebut dilakukan melalui usulan dana Inpres ke Pemerintah Pusat, dan saat ini menunggu penetapan pagu anggaran dari Kementerian.

Apriansyah juga menyampaikan harapannya agar pembangunan infrastruktur di tahun ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Mukomuko, terutama dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan aksesibilitas jalan. Apalagi tahun lalu, Mukomuko berhasil menjadi Kabupaten penerima dana Inpres terbesar yang digunakan untuk pembangunan jalan penghubung desa terpencil.

“Di tahun ini, PUPR Mukomuko juga akan memperjuangkan anggaran pemerintah pusat untuk rencana relokasi rumah warga di sepanjang sungai, sebagai bagian dari penanganan pasca bencana di wilayah tersebut,” pungkasnya. (TH/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *