TRENDFOKUS.COM-Ketua Pemuda Kelurahan Bandar Ratu sekaligus mantan siimpatisan Pilkada Sapuan-Wasti tahun 2019 Weri Tri kusumaria,SH.MH menggelar Diskusi internal bersama insan Pers. Dalam diskusi tersebut, dia mengkritisi kepemimpinan Bupati Mukomuko Sapuan dan Wakil Bupati Wasri selama 3 tahun memimpin Kabupaten Mukomuko, Jumat (12/4/2023).
Kegiatan diskusi bersama insan pers ini, diselenggarakan di sebuah warung kopi di Kelurahan Bandar Ratu, Ini menghadirkan beberapa anggota kepemudaan yang ada di Kota Mukomuko. Dan tidak sedikit anggota kepemudaan dalam diskusi yang juga mengkritik visi dan misi pemerintah hari ini yang minim realisasi.

Ketua Pemuda Kelurahan Bandar Ratu, sekaligus mantan Simpatisan Sapuan-Wasri ini menyampaikan, banyak persoalan yang hingga saat ini belum terealisasi oleh visi misi pemerintahan Sapuan-Wasri yang digaungkan ketika kampanye dulu. Selama 3 tahun kepemimpinan Sapuan-Wasri yang memiliki jargon ‘Perubahan” kami anggap belum maksimal. Hal itu terlihat pada persoalan infrastruktur yang belum terjamah
“Ditambah lagi status Jembatan gantung Desa Pondok Lunang sampai sekarang belum tersentuh, dan banyak lagi infrastruktur jalan di wilayah Kota Mukomuko juga belum tersentuh,”ungkap Weri.

Menurutnya, diskusi ini bagian dari check and balance pemerintahan Sapuan-Wasri. Karena pemuda juga mempunyai hak untuk berpartisipasi mengawal pembangunan daerah. Jika pemimpin tidak berkomitmen, tentu masyarakat wajib mengigatkan. Penilaian mereka, Sapuan-Wasri belum cukup serius menjalankan program di berbagai sektor, pembangunan Sumber Manusia Yang masih Lemah, lambat menangani jalan poros Kota yang banyak rusak parah.
Tak hanya itu, Weri menambahkan pemerintahan Sapuan-Wasri juga dianggap kurang patuh terhadap KASN, munculnya rekomendasi dari KASN terkait kepegawaian terlihat jelas tendensi politiknya cukup besar. Sehingga rekomendasi tersebut tak diindahkan sama sekali.
Berbagai problem tersebut harus segera diselesaikan oleh pemerintahan Sapuan-Wasri Bisa dipastikan, jika kritikan dan masukan masyarakat hanya dianggap angin lalu. Artinya pemerintahan Sapuan-Wasri anti kritik.
“Kalau pemerintah anti kritik, Kabupaten Mukomuko sulit berkembang dan akan mengalami ketertinggalan dari kabupaten tetangga,” pungkas Weri
Untuk diketahui, berikut beberapa visi misi Sapuan-Wasri dimasa Kampanye nya, diaantaranya :
- Meningkatkan jalan usaha tani, tapi sangat disayangkan, jembatan gantung di Desa Pondok Lunang yang dijadikan akses oleh para petani sampai sekarang tak kunjung usai, sedangkan itu masuk dalam janji politik Sapuan-Wasri.
- Penempatan SDM secara profesional di badan Biroktasi, coba kita lihat jelas Weri, begitu mirisnya penempatan para pejabat dari keluarga yang terkesan telah melakukan Nepotisme, sehingga birokrasi Pemerintahan Sapuan-wasri terkesan amburadul, salah satu contoh kata Weri, Dana DAK sebesar 11 Miliar seharusnya bisa kita fungsikan untuk infrastruktur malah tidak Bisa dilaksanakan dengan Optimal , sehingga Daerah yang dirugikan untuk membiayai Dana DAK, bisa kita bayangkan ketika dengan Uang 11 Milyar kita bisa membangun jalan sampai 3 Kilo, atau melakukan pembangunan Bertahap jembatan yang Rusak, dengan tidak Teliti sehingga banyak pembangunan di Korbankan, Ini bukti SDM Birokrasi Sapuan-Wasri yang lemah.
- Kabupaten Mukomuko terang Benderang dan tidak ada pemadaman listrik. 3 Tahun kepemimpinan Sapuan-Wasri masalah padamnya listrik belum kelar, terbukti dibeberapa daerah dN kecamatan banyak warga yang menjerit mengeluhkan sering mati lampu
- Peningkatan pelayanan kesehatan yang sampai sekarang masih amburadul. RSUD Mukomuko yang sangat dibanggakan oleh rakyat Kabupaten Mukomuko, tapi sekarang sangat kondisinya sangat memprihatinkan, begitu susahnya pasien mendapat obat, dan para honorer sampai seakrang tidak mendapat gaji, dan banyak problem yang lain di RSUD yang menyayat hati rakyat Kabupaten Mukomuko.
itulah bentuk beberapa visi misi Bupati Sapuan-Wasri yang masih jauh dari perubahan.
Lebih lanjut weri menyampaikan, dari Program Unggulan memang ada juga yang sudah di Realisasikan, seperti seragam Gratis, Internet desa,”maka dari itu dengan sisa waktu Sapuan-Wasri, Para Perangkat Daerah harus kerja optimal untuk Merealisasikan Program Unggulan yang sudah Di Hembuskan kepada Masyarakat Kabupaten Mukomuko” Tutup Weri. (Red)






