TRENDFOKUS.COM-Pemerintah Kabupaten Mukomuko lagi-lagi memperoleh prestasi daari pusat, kali ini Pemerintah Kabupaten Mukomuko menerima penghargaan dan mendapatkan sertifikat dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada Jum’at (6/3) di Jakarta.

Penghargaan itu langsung diterima Bupati Mukomuko H. Sapuan pada tanggal 6 Maret 2024 kemaren, diantaranya sebanyak dua sertifikat.
Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM melalui Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular, Ruli Herlindo, SKM ketika dikonfirmasi Jumat, 22 Maret 2024 di ruang kerjanya.

“Daerah ini ditetapkan bebas penyakit kaki gajah berdasarkan hasil survei darah warga secara massal untuk mendeteksi dini penderita penyakit filariasis atau kaki gajah yang dilakukan oleh tim Kemenkes RI,” katanya.
Ruli menjelaskan, sebanyak 1.020 orang warga yang tersebar di 30 desa di Kabupaten Mukomuko yang menjadi sasaran survei penyakit kaki gajah.
Petugas Dinas kesehatan Kabupaten Mukomuko, terakhir pada tahun 2017 lalu hanya menemukan ada satu orang warga di daerah ini dinyatakan positif terkena penyakit filariasis atau kaki gajah.

“Satu orang yang positif terkena penyakit kaki gajah itu adalah warga Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko,” ujarnya.
Meskipun warga yang berusia 35 tahun tersebut positif terkena penyakit kaki gajah. Namun katanya, tingkat infeksi dalam tubuhnya belum begitu parah.
Dan warga itu sekarang sudah sembuh setelah mendapatkan penanganan medis. Karena kasus tersebut tidak ada, kemudian daerah ini ditetapkan bebas dari penyakit frambusia atau infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue.
Selain itu, tim dari Kementerian Kesehatan juga telah melakukan survei untuk memastikan daerah ini bebas dari frambusia.

“Sebelum Kemenkes menerbitkan sertifikat Kabupaten Mukomuko bebas frambusia. Tim dari Kemenkes melakukan survei dan penilaian dengan turun langsung ke lapangan,” jelasnya
Ia menyatakan, “meskipun tidak ada ada kasus frambusia di daerah itu, namun instansi terus berupaya untuk mencegah penyakit kulit kronis dan menular yang disebabkan oleh status gizi dan sanitasi yang tidak baik,“tutupnya. (TH/ADV)






