TRENDFOKUS.COM-Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Salah satu program unggulannya adalah Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska), yang dinilai memberikan banyak keuntungan bagi petani sawit dan peternak sapi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Fitriyani Ilyas, SPt, menjelaskan bahwa Siska merupakan solusi yang saling menguntungkan. Petani sawit dapat memperoleh pupuk organik dari kotoran ternak, sedangkan peternak mendapatkan pakan ternak dari hasil limbah kelapa sawit.
“Selama ini petani sawit sering mengeluh karena mahalnya harga pupuk, sehingga tidak bisa memupuk tanaman tepat waktu. Begitu juga dengan peternak, mereka menghadapi kendala dalam mendapatkan pakan karena terbatasnya padang penggembalaan,” ujar Fitriyani.

Melalui program Siska, limbah dari perkebunan kelapa sawit seperti rumput, pelepah, daun, bungkil inti sawit, tandan kosong, hingga serat perasan buah sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak. Sementara itu, kotoran sapi menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit dan membantu penyiangan gulma.
“Keberadaan sapi di lahan perkebunan sawit tidak hanya memberikan keuntungan ekonomis, tetapi juga ekologi, karena membantu menjaga kesuburan tanah,” tambahnya.
Manfaat Ganda Siska
Selain memberikan manfaat ekonomi, program Siska juga berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan ternak. Dengan integrasi ini, ternak sapi lebih terkontrol dan terhindar dari penyakit seperti Jembrana, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Fitriyani juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk menyukseskan program ini. “Kami berharap semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah desa, mendukung sosialisasi Siska. Dengan begitu, masyarakat petani sawit dan peternak sapi dapat memanfaatkan peluang besar ini,” harapnya.

Potensi Pengembangan
Kabupaten Mukomuko memiliki potensi besar dalam mengembangkan Siska, mengingat luasnya lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat serta banyaknya populasi ternak sapi di daerah ini. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi masalah ternak liar di fasilitas umum.
Dinas Pertanian Mukomuko optimis, jika Siska berjalan lancar, petani sawit dan peternak sapi di wilayah ini akan semakin sejahtera, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Mukomuko. (TH/ADV)






