Home / EKONOMI / BKD Optimistis Target PAD Tercapai Karena Tahun Depan Ada Tambahan Potensi Pendapatan BPHTB

BKD Optimistis Target PAD Tercapai Karena Tahun Depan Ada Tambahan Potensi Pendapatan BPHTB

TRENDFOKUS.C0M-Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) mulai bergerak cepat untuk memastikan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dapat mencapai target maksimal saat tutup buku tahun 2025.

Beragam langkah taktis sudah dilakukan, termasuk pendekatan “jemput bola” dengan mendatangi langsung para wajib pajak di seluruh kecamatan. Kepala BKD Mukomuko, Plt Haryanto, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan PAD sektor pajak daerah sebesar Rp28 miliar tahun depan, meningkat signifikan dari capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp20 miliar. “Kami lakukan pendekatan langsung ke masyarakat dan pelaku usaha, mendatangi satu per satu agar pelaporan dan pembayaran pajak berjalan sesuai jadwal,” ujar Haryanto.

Menurutnya, metode ini bukan hal baru, namun kali ini dilaksanakan lebih dini. Jika pada tahun sebelumnya kegiatan dimulai setelah peraturan daerah disahkan menjelang akhir tahun, kini BKD telah menyiapkannya sejak Januari 2025. Langkah tersebut diambil agar waktu pelaksanaan lebih panjang dan koordinasi dengan wajib pajak bisa dilakukan secara menyeluruh.

Selain menjemput pajak ke lapangan, BKD juga memperkuat penegakan kepatuhan pajak. Haryanto menyebutkan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejaksaan Negeri Mukomuko untuk membantu menindak wajib pajak yang masih mengabaikan kewajiban pelaporan.

“Kami tetap mendahulukan pendekatan administratif. Bila surat peringatan hingga ketiga kali tidak direspons, barulah langkah hukum ditempuh,” tuturnya.

BKD optimistis target PAD dapat tercapai karena tahun depan ada tambahan potensi pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) milik sejumlah perusahaan besar, seperti PT Daria Dharma Pratama (DDP) dan PT Agro Muko. Kedua perusahaan tersebut berencana melakukan aktivitas take over lahan perkebunan kelapa sawit yang akan memberikan kontribusi pajak cukup besar.“Dari rencana dua perusahaan ini saja, potensi PAD cukup menjanjikan,” kata Haryanto. (TH/ADV)