TRENDFOKUS.COM-Waka I DPRD Mukomuko Wisnu Hadi , meminta agar kontraktor atau penyedia jasa kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi untuk tidak mengganggu aktivitas petani dalam bersawah.

Wisnu Hadi mengatakan, kalau kini tantangan bagi penyedia jasa karena di sana bibit baru berumur sekitar 10 hari kemungkinan seminggu pagi menanam sementara pekerjaan mau mulai kerja.
“Tantangan bagi penyedia sekarang ini bagaimana mereka membawa material tidak mengganggu petani bersawah,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko tahun 2025 mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta untuk rehabilitasi dua jaringan irigasi yang rusak akibat berusia tua dan banjir.

Dua jaringan irigasi yang menjadi sasaran kegiatan ini berada di Daerah Irigasi (DI) Air Payang BS 3 kiri dan Daerah Irigasi Sungai Gading di Kecamatan Selagan Raya.
Sedangkan progres kegiatan rehabilitasi dua jaringan irigasi yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) 2025 yang masing-masing sekitar Rp144 juta baru titik nol, dan batas waktu pekerjaan selama tiga bulan.

Namun pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi dua jaringan irigasi ini bertepatan dengan waktu petani memulai menanam padi di areal persawahannya.
Dia menyebutkan, sekitar 85 hektare sawah petani di Kecamatan Selagan Raya yang terdampak kegiatan rehabilitasi dua jaringan irigasi terdiri atas 50 ha di DI Air Payang BS 3 seluas 50 ha dan Sungaj Gading seluas 35 ha.
Karena kegiatan ini rehab, kemungkinan penyedia kerja kejar bangun dasar dulu atau pekerjaan lantainya dan paling lama air tidak mengalir atau mati sehari semalam.
Dia memastikan, dalam waktu tersebut persediaan air masih ada, untuk itu dia menggunakan sistem buka tutup. Kalau ditutup sepenuhnya tidak mungkin petani bisa kerja.
Untuk itu, dalam kondisi sekarang ini setiap pihak saling kerja sama, di satu sisi petani butuh air untuk pengairan sawah dan di sisi lain kontraktor butuh waktu untuk cepat menyelesaikan pekerjaannya. (TH/ADV)






