Home / ADVETORIAL / Dewan Mukomuko Apresiasi Langkah Cepat Pemkab Bentuk Tim KKMD

Dewan Mukomuko Apresiasi Langkah Cepat Pemkab Bentuk Tim KKMD

Mukomuko– Pimpinan dan seluruh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan dukungan penuh atas kecepatan serta ketepatan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko yang secara resmi membentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) pada pertengahan Mei 2026 lalu. Pembentukan tim lintas sektor ini dinilai Dewan sebagai terobosan strategis dan jawaban nyata atas tantangan lingkungan pesisir yang semakin mendesak di wilayah “Bumi Kapuang Sati Ratau Batuah”.

Kabupaten Mukomuko memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 120 kilometer dan hutan mangrove yang luas, namun dalam 10 tahun terakhir mengalami tekanan berat seperi, abrasi pantai yang merusak pemukiman dan lahan pertanian pesisir

Menyikapi hal itu, Pemkab bertindak cepat: mulai dibahas awal Mei, disahkan melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 188.45/241-DLH/2026, dan dilantik lengkap pada 23 Mei 2026 dengan masa bakti 2026–2030.

Ketua DPRD Mukomuko, Zamhari:

“Kami sangat mengapresiasi kecepatan Pemkab. Banyak rencana hanya berhenti di kertas, tapi ini langsung dibahas, disahkan, dan dibentuk timnya dalam waktu kurang dari sebulan. KKMD bukan sekadar nama, tapi solusi nyata menjaga harta alam yang melindungi rumah dan sumber hidup warga kita.”

Wakil Ketua I Wisnu Hadi mengatakan

“Mangrove adalah benteng alami. Jika rusak, abrasi masuk, sawah asin, dan ikan hilang. Dengan tim ini, ada tanggung jawab yang jelas. Dewan akan memprioritaskan anggaran pendukungnya agar tidak hanya dibentuk, tapi benar-benar bekerja di lapangan.”

Tanggapan Pemerintah Daerah & Instansi Terkait Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jajat Sudrajat

“Terima kasih atas dukungan Dewan. Kami siap bekerja transparan. KKMD akan turun rutin setiap minggu, melibatkan warga, dan melaporkan kemajuan setiap bulan ke DPRD. Tanpa sinergi, tugas ini tidak akan berhasil.”

Sekda Mukomuko, H. Marjohan:

“Bupati sudah instruksikan seluruh OPD bantu kelancaran kerja tim. Ini investasi jangka panjang: biaya menjaga jauh lebih murah dibanding memperbaiki kerusakan akibat abrasi nanti.”

“Kami ingin melihat dalam setahun ke depan: mangrove bertambah luas, abrasi melambat, dan pendapatan nelayan lebih terjamin. Kecepatan pembentukan ini harus diikuti dengan kecepatan kerja di lapangan. Demi Mukomuko yang tetap hijau dan aman,” pungkas Sekda Mukomuko. (TH/ADV)